MAQAM IBRAHIM, "SIMBOL ETOS KERJA KERAS"

Kemenag Pamekasan • Mimbar Agama

Maqam Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim. Maqam Ibrahim maknanya adalah "maqam" berarti "tempat berdiri atau tempat berpijak" Nabi Ibrahim AS pada saat membangun Ka'bah. Maqam Ibrahim sampai sekarang terlihat batu bekas telapak kaki beliau yang dilindungi kaca kristal berlapis logam dan jamaah haji cukup boleh melihat dan penjaga (askar/tentara) melarangnya untuk mencium supaya tidak musyrik, disembah dan dikultuskan.

Maqam Ibrahim terletak sekitar 9 meter sebelah timur Ka'bah sebagai saksi sejarah, untuk pengingat bagi jamaah haji pentingnya kesabaran, pengorbanan dan kepatuhan Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka'bah. Setelah selesai tawaf, jamaah haji dianjurkan untuk salat di sekitar Maqam Ibrahim sekaligus berdoa kepada-Nya.

Allah SWT berfirman:

"Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat salat"
(QS Al-Baqarah ayat 125)

Menurut Dr. Ablah Muhamad Al-Kahlawi dalam kitab Qadhaya al-Mar'ah fi al-Hajj wa al-Umrah bahwa maqam dikenang sepanjang masa oleh jamaah haji pada Ibrahim termasuk tempat istijabah, dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan. Salat sunat di belakang Maqam Ibrahim sebagai bentuk penghormatan, peran, dedikasi dan perjuangan Nabi Ibrahim dalam membangun Ka'bah dan menyebarkan ajaran Tauhid kepada manusia.

Pesan penting dari salat di belakang Maqam Ibrahim adalah Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka'bah tidak hanya sebatas kemampuan jangkauan tangannya, tetapi menggunakan pijakan untuk mencapai bangunan yang kokoh, utuh dan maksimal.

Spirit Nabi Ibrahim AS mengajarkan seseorang untuk berupaya maksimal mencapai yang terbaik. Setiap pekerjaan yang dilakukan, sekecil apa pun, diselesaikan dengan sempurna, jangan setengah-setengah.

Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah Allah SWT membangun Ka'bah dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Maqam Ibrahim bukan hanya sekadar tempat jejak Nabi Ibrahim, tetapi sebagai simbol etos kerja keras, kerja tuntas dan kerja sepenuh hati.

Maqam Ibrahim simbol usaha maksimal. Pada saat Nabi Ibrahim membangun Ka'bah, beliau membangun tidak hanya sebatas jangkauan tangannya melainkan menggunakan pijakan kaki agar lebih menjangkau kepada bangunan tertinggi supaya hasilnya lebih kokoh dan sempurna.

Teladan Nabi Ibrahim AS diabadikan dan dikenang sepanjang masa oleh jamaah haji pada "Maqam Ibrahim" yang dilindungi kaca berlapis logam. Maqam Ibrahim simbol etos kerja keras, memantik spirit dan memotivasi pegawai/ASN untuk bekerja sungguh-sungguh, tidak cukup dengan gaji yang diterima. Tetapi ada upaya capaian target lebih maksimal dengan hasil optimal.

Drs. Mulyono, M.A.
Kepala KUA Tlanakan

104