Oleh : Drs. Mulyono, MA *)
“Maka apabila kamu telah selesai [dari suatu urusan], kerjakanlah dengan sungguh-sungguh [urusan] yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah”. [QS. Asy-Syarh [94] : 7].
Syeikh Nawawi dalam Tafsir Munir li Ma’alimi al-Tanzil mengatakan bahwa apabila telah selesai melaksanakan suatu ibadah, maka susulkan ibadah lain dengan saling berkesinambungan dengan ‘tidak mengosongkan’ satu waktu dari ibadah. Ayat diatas memotivasi agar jangan sampai ada waktu yang ‘faraagh’, yakni menurut Ibnu Mandzur durasi waktu antara berakhirnya pekerjaan pertama dan akan dimulainya pekerjaan selanjutnya.
Waktu jangan sampai terbuang, dan bila tidak digunakan dengan sebaik-baiknya akan berakhir dengan sia-sia. Prof Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menyatakan bahwa pentingnya mengisi waktu dengan kebaikan, dan dengan sungguh-sungguh bekerja penuh optimisme dalam menyelesaikan pekerjaan semata-mata karena mencapai ridla-Nya.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyatakan, bahwa jika telah selesai seuatu pekerjaan agar bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu untuk menjalankan ibadah dengan semangat dan niat yang tulus semata-mata karena Allah swt. Rasulullah saw bersabda, “Ada dua nikmat yang sering dilupakan manusia yaitu kesehatan dan waktu” [HR Bukhari]. Waktu adalah nikmat Allah yang tiada taranya dan tidak ada tandingannya, jangan sampai diabaikan dengan menyia-nyiakan waktu tanpa manfaat.
Di era modern saat ini, yang serba membutuhkan kecepatan dan penyelesaian dengan segera, maka jangan sampai terlena dan mewaspadai fenomena ‘proktrastinasi’ yakni kebiasaan menunda-nunda pekerjaan secara sengaja, meskipun mengetahui dampak buruknya. Proktrastinasi bisa dimaknai yaitu, lebih suka melakukan sesuatu pekerjaan yang akan diselesaikan besok dibanding menyelesaikan hari ini. Seseorang yang melakukan prokrastinasi [perlaku menunda-nunda pekerjaan] disebut prokrastinator atau ‘penunda-nunda’.
Prokrastinasi berasal dari bahasa Latin, yakni pro artinya forward = maju. Crastinus berarti ‘belonging to tomorrow=milik hari esok. Prokrastinasi berarti forward it to tomorrow artinya melakukan besok. Orang yang terbiasa dengan menunda pekerjaan, beranggapan masih ada hari esok melakukan pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan hari ini. Padahal tidak ada jaminan bagi seseorang dapat bertemu dengan hari esok.
Waspadai prokrastinasi ! Jangan terbiasa menunda pekerjaan !
*) Penulis adalah Kepala KUA Tlanakan